-->

Pendidikan Keluarga



PERANAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN




Belakangan ini, sering kali kita temui berita-berita tentang pelecehan anak-anak di lingkungan sekolah atau masyarakat. Bahkan banyak para orang tua yang menemukan anaknya bermasalah di sekolah, masalah pelajaran, pergaulan, masalah dengan guru, malahan sampai ada masalah kekerasan di lingkungan sekolah, sikap anak yang kurang relevan antara di rumah dan di sekolah.

Banyak para orang tua yang hanya mengandalkan pendidikan di sekolah, asalkan sekolah anak saya sudah yang terbaik, itu sudah cukup. Benarkah sudah cukup? Apakah pendidikan hanya akan di dapatkan di sekolah? atau apakah setelah kita memasukan anak kesekolah tugas kita sebagai orang tua dalam mengajar dan mendidik anak sudah selesai, sudah dalam posisi aman? benarkah demikian...?

Ada satu orang tua yang mengeluhkan anaknya, "Saya sudah bayar mahal di sekolah terbaik itu, tapi kok tetep saja saya sering di panggil guru karena anak saya selalu berulah di kelas?" atau ada lagi yang mengatakan, "Anak saya sekarang perkataanya jorok dan kasar, itu karena pengaruh teman kelasnya, menyesal saya memasukan anak saya ke sekolah itu"

Sejatinya anak sepenuhnya adalah tanggung jawab dari orang tua, guru di sekolah hanya sebagai pengajar akademik yang waktunya juga ditentukan, tidak sepanjang hari dan sepenuh waktu. Orang tua lah yang harus sepenuh waktu terhadap anak. Ya...orang tua tidak bisa begitu saja lepas tangan apalagi lepas tanggung jawab mengenai pendidikan anak. Pada hakikatnya setiap anak memerlukan orang tua yang selalu ada bagi mereka, ada di sini berarti orang tua berfungsi bukan hanya sebagai orang yang melahirkan anak, akan tetapi juga sebagai teman, sahabat, guru bahkan sebagai tempat dimana anak bisa selalu dan kapan saja bisa bercerita, mencurahkan perasaan dan isi hatinya pada kita sebagai orang tuanya.

Di dalam keluarga, justru anak akan banyak belajar, mengenai karakter, apa yang baik dan tidak, tentang tanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu, nilai-nilai positif dalam kehidupan, membuat sang anak akan merasa nyaman dan akan dengan mudah di aplikasikan di dalam sekolah, bahkan lingkungan masyarakat.

Seorang anak yang memiliki hubungan yang baik dan harmonis dengan keluarganya, yang orang tuanya sering meluangkan waktu bersama untuk anak-anaknya, tidak banyak kesibukan di luar yang membuat durasi pertemuan dengan anak sedikit, anak yang selalu merasa di hargai dan di apresiasi keluarganya, intim, akrab dengan orang tua, kakak atau adiknya, anak tersebut dimanapun berada akan mengembangkan nilai-nilai pekerti dan dapat menjaga dirinya sendiri dari hal-hal negatif yang banyak terjadi di luar sana.

Semakin banyak orang tua yang menyadari sejak dini, bahwa begitu penting pendidikan dalam keluarga, maka akan mengurangi kejadian-kejadian yang tidak kita kehendaki, misalnya mengenai pelajar yang fristasi, mahasiswa yang bunuh diri dan masih banyak lagi kejadian yang menyeramkan lainnya. 

Penuhi dunia anak dengan cinta kasih, berikanlah pendidikan yang terbaik yaitu dengan menjadi orang tua yang selalu siap dan mau mendengarkan anak, pendidikan yang terbaik bukanlah sekolah yang mahal dan bergengsi, justru banyak kita temui kejadian-kejadian di media, mereka adalah anak-anak yang tidak bermasalah dengan materi, berasal dari sekolah bonavit, namun kurang ada hubungan yang harmonis dengan keluarga. kita perlu ingat, sekolah hanya sarana, bukan segala-galanya. Semua tumbuh kembang sang anak berada di tangan kita orang tuanya, kita lah yang menentukan masa depan mereka kelak.