BELAJAR SANG ANAK

Ketika anak pertama saya lahir, saat dia membuka mata, spontan dia tersenyum…itu adalah waktu yang tak terlupakan seumur hidup saya. Bukan hanya menjadi seorang ibu, seperti bayangan saya dulu. Ini jauh lebih ajaib, seorang bayi mungil ada dipangkuan saya, begitu mungil dan lucu.
Mula-mula seorang bayi hanya bisa melihat dan mendengar, melalui mata dan telinganya dia belajar…belajar banyak hal.
Saya banyak membaca buku mengenai perkembangan anak, sejak masih dalam kandungan sampai besar. Konon, bayi yang masih dalam kandungan bisa mendengar, terlihat pada waktu suami saya menyetel musik klasik dekat perut saya waktu hamil, bayi kami langsung bereaksi. Kebetulan suami juga rajin berbicara dan membacakan sesuatu pada bayi kami saat dikandungan. Anehnya ketika lahir, saat saya mulai menyetel musik klasik, seolah dia sudah terbiasa mendengarnya. Bahkan ketika bayi kami rewel, dia langsung terdiam mendengar lagu klasik tersebut. Bahkan dia terlihat sangat menikmatinya.
Melalui pengalaman itu saya mengambil kesimpulan, saat seorang anak mendengar sesuatu, saat itulah dia belajar. Karena itu, anak haruslah selalu diperdengarkan hal-hal yang positif, maka hasilnya si anak akan belajar hal yang baik, seorang anak hidup dari apa yang dia lihat dan dengar.
Anak tetangga saya, kira-kira masih berumur 3 tahunan, saat marah dia yang baru saja belajar berbicara bisa berkata dengan bahasa yang kasar, ternyata dia memang sering mendengar orang tuanya sering bicara kasar padanya, apa yang anak itu dengar, itu juga yang diucapkannya. Karena itu sebagai orang tua, hati-hatilah dalam berbicara terhadap anak. Pada mulanya, anak belajar dari orang tuanya.
Di kasus yang lain, seorang murid suami saya yang duduk di kelas 5 SD, pertama kali bertemu, dia menyapa dengan hangat pada saya. “Slamat siang tante” itu membuat saya terpana, anak SD sudah sangat ramah terhadap orang lain, sikapnya juga sangat santun, membuat kami kagum, dan ternyata memang anak tersebut belajar mendengar perkataan yang baik dari orang tuanya.
Dari dua cerita di atas, kita bisa melihat berbedaan belajar sang anak, hidup adalah pilihan, kita juga bisa memilih anak kita mau jadi seperti apa. Kalau kita memandang anak adalah harta berharga, suatu anugerah mulia dari sang pencipta, kita tidak mungkin memasukan unsur yang tidak baik bagi anak kita, kita pasti akan mengajari setiap hal yang terbaik bagi buah hati kita. Orang tua harus menjadi teladan bagi setiap putra-putrinya. Ingatlah, apa yang anak dengar itulah yang dia ucapkan.
Sejak kecil, seorang anak itu bagaikan tanah, kita sebagai orang tua boleh menanam apa saja, anak tumbuh seperti apa, tergantung dari apa yang kita tanam.
Semoga bacaan ini bermanfaat.