SEEKOR IKAN PATIN

Seekor ikan patin yang ada disebuah kolam, berenang dengan lincahnya bersama dengan ikan-ikan yang lain. Gerakannya yang gesit seolah tidak ada rasa lelah sama sekali, dia berenang kesana kemari meliuk liuk menjelajah di sela-sela batu dan tumbuhan air.
Keesokan harinya, ikan patin tersebut berenang agak lambat, tidak selincah hari-hari sebelumnya, namun dia tetap berenang kian kemari, terlihat ujung ekornya agak sedikit robek, mungkin dia sedang terluka,
Pada hari berikutnya, ikan patin itu tampak semakin lemah, gerakannya mulai sangat lambat, namun dia tetap berusaha menggerakan ekornya untuk bisa terus berenang, siripnya sudah mulai mengeluarkan sedikit darah, sepertinya lukanya bertambah parah. Seekor ikan lain, menggigit perutnya, ikan patin itu pun berusaha untuk terus berenang, selama insangnya masih bernapas, dia terus berusaha berenang.
Satu hari kemudian, posisi ikan patin itu sudah terbalik, perutnya ada diatas, ekornya nyaris putus, namun insangnya masih bernapas, ya...ikan patin itu masih hidup. Dalam keadaan posisi sudah terbalik, dia masih dapat berenang, dengan bantuan sirip kanan kirinya, dia bisa berenang walaupun sangat perlahan. Luka di tubuhnya semakin banyak, bahkan ikan-ikan yang lain pun menggigitnya, sekali lagi dia masih berusaha berenang, terus berusaha untuk berenang.
Dan besoknya....ikan patin itu sudah benar-benar mengambang, perurnya membesar, dagingnya terkoyak, Namun... insangnya masih bernapas lemah, akan tetapi dia diam di tempat, sudah tidak dapat berenang lagi. Tidak sampai setengah hari, ikan patin itu sudah benar-benar mati, sudah tidak ada gerakan bernapas lagi di insangnya. Perjuangannya telah berakhir.
*****
Manusia tentunya lebih mulia dari seekor ikan patin, manusia dianugerahi tubuh, jiwa, dan roh yang sempurna melebihi ikan patin itu. Namun manusia lebih sering mengeluh, putus asa, bahkan tidak tahan menghadapi tantangan, cobaan, dan kesulitan dalam hidup.
Melalui ikan patin, kita dapat belajar tentang perjuangan hidup, tidak mudah menyerah, putus asa apalagi mengeluh. Selama masih ada nafas kehidupan, masih ada kesempatan untuk bangkit dari segala kondisi dan keadaan kita. Berjuang sampai sang Pencipta mengatakan "Sudah Selesai".