-->

Artikel Keluarga : Bagaimana Menjadi Ibu


MENJADI  IBU









            “Bagaimana ya nanti kalau sudah ada anak?” Pertanyaan pertama yang muncul
sesaat setelah kami menikah. Pada saat itu suamiku hanya tersenyum menanggapinya.
“Pasti nanti aku di panggil mama, kok jadi berasa makin tua ya, belum pernah terbayang sebelumnya…” suamiku tertawa. “Akan ada mahluk lain di tengah-tengah kita, bisa jadi hidup kita jadi penuh warna, iya…akan ada suara di tiap sudut rumah kita, wah…kelihatannya pasti seru”
            Setiap manusia dewasa, hal yang pertama yang dipikirkannya adalah menikah, dengan siapa kita menikah, bagaimana pernikahannya nanti, akan tinggal dimana nanti dan masih banyak lagi yang lainnya.
            Namun setelah menikah, hal yang pasti keluar dari pikiran kita adalah mengenai anak. Seperti pengalaman saya setelah menikah dulu. Manusia normal pasti akan memiliki buah hati setelah pernikahannya, ini hanya masalah waktu, ada yang sebulan, tiga bulan, atau setahun, atau beberapa tahun mungkin, bahkan ada yang memerlukan waktu yang lebih panjang. Beberapa pasangan ada yang agak kesulitan mendapatkan keturunan, mungkin faktor kesehatan, dan masih banyak faktor yang lain.
            Idealnya menjadi seorang ibu adalah dambaan setiap wanita, seperti saya. Walaupun agak takut, namun perasaan yang sulit digambarkan muncul pada saat mengetahui saya positif hamil. Pada saat itu suami juga sangat bahagia. Kami rajin menjelajah internet atau ke toko buku hanya untuk sekedar mencari informasi seputar kehamilan. Menjadi calon ibu untuk seorang anak sangat menyenangkan, setiap gerakan janin, detak jantung, menjadi nyanyian terindah untuk seorang calon ibu.
            Bulan demi bulan di lalui dengan perasaan berdebar dan tak sabar menanti datangnya mahluk kecil. Setiap calon ibu, ini adalah masa terindah yang pasti pernah dialami oleh seorang calon ibu.
            Peranan sang suami sebagai calon ayah juga sangat menunjang tumbuh kembang calon buah hati dan psikologi calon ibu. Ini semua saling berkaitan, menjadi calon ibu harus selalu bahagia, kebahagiaan disini bukan berarti hanya untuk hal-hal materi, melainkan perhatian yang cukup, motivasi dari suami, serta waktu yang lebih banyak menemani istri sebagai calon ibu bagi anaknya.
            Kebetulan dalam hal ini, suami saya juga sangat mendukung dan perhatian terutama pada masa kehamilan saya, sejak dibulan-bulan awal kehamilan, dia selalu rajin membelikan susu sampai menemani ke toko buku, bangun pagi setiap hari untuk menemani saya jalan kaki, sampai menjelang waktunya melahirkan, suami saya tetap berada disamping saya.
            Bagaimana perasaan para ibu, saat untuk pertama kalinya melihat wajah bayinya? Ini adalah suatu kejutan yang luar biasa dari Tuhan…sangat menakjubkan…
Tak henti suami saya memandangi wajah mungil bayi pertama kami, beberapa saat setelah melahirkan.
            Menjadi ibu adalah anugerah, menjadi ibu adalah sukacita….seperti itulah perasaan saya. Untuk para calon ibu, seorang anak adalah warna dalam hidup, anak adalah surga dihati orang tuanya, kesempatan untuk menjadi ibu adalah kesempatan terindah selama kita hidup di dunia.