MELATIH KEMANDIRIAN ANAK
Pada hakekatnya, seorang anak yang baru dilahirkan sepenuhnya tergantung pada orang tuanya, karena memang dia belum bisa menjaga dirinya sendiri, namun seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, perkembangan psikologi dan motorik anak tentunya akan mengalami perubahan. Misalnya, pada bayi yang baru lahir, beberapa bulan kemudian dia sudah bisa tengkurap, lalu tak lama tiba-tiba dia bisa merayap, merangkak, duduk, bahkan kemudian dia akan bisa berjalan.
Banyak orang tua mengeluhkan anaknya ketika sudah berusia 3 tahun namun masih suka ngompol di celana, atau masih banyak yang memakai popok sekali pakai. Hal tersebut memang tergantung dari kebiasaan orang tua, ada beberapa orang tua yang memang nyaman demikian, namun ada juga yang merasa kerepotan mengenai hal itu. Ada beberapa anak yang sudah bersekolah namun segala kegiatan sederhana masih tergantung pada orang tuanya atau pengasuhnya.
Misalnya dalam hal mandi, memakai kaus kaki dan sepatu, menyisir rambut sampai memakai pakaiannya sendiri, masih belum dapat dilakukan pada anak yang berusia balita, bahkan pada anak usia sekolah dasar, masih banyak kita temui anak yang demikian.
Saya akan berbagi pengalaman mengenai melatih kemandirian anak sejak dini. Kedua anak saya pada saat berumur kurang dari setahun, ketika mereka masih mengenakan popok, saya selalu mengajari mereka untuk bilang pipis kalau mau pipis, kalau sakit perut harus ke toilet, dengan memakai gerakan tangan dan bibir, itu berulang-ulang saya lakukan, sampai anak saya memahami, dan alhasil pada saat umur setahun mereka sudah lepas popok sekali pakai, tidak pernah sama sekali mengompol di tempat umum, dan mereka selalu bilang kalau mau ke toilet, walaupun belum jelas bicara, mereka menyampaikan dengan gerakan, ekspresi dan bahasa sederhana mereka.
Ketika anak saya berumur 3 tahun, saya melatih mereka untuk dapat memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, walaupun kadang masih suka terbalik, namun itulah pembelajaran.
Kemudian mulai belajar memakai pakaiannya sendiri, walaupun agak kesulitan, sampai mandi sendiri walaupun tidak bersih, saya hanya mengawasi dan mengarahkan, saya ada di dekatnya, jadi kapanpun ada kesulitan saya selalu ada untuk membantunya.
Dalam hal makan, saya melatih anak-anak untuk makan sendiri, namun kelemahannya anak jadi sedikit makannya, akhirnya disuapi juga. Namun saya selalu mengatakan, harus bisa makan sendiri. Lama-kelamaan anak-anak anak juga terbiasa.
Dalam hal merapikan tempat tidur sampai membereskan mainannya sendiri, itu juga perlu suatu latihan. Ini bukanlah perkara yang mudah. Banyak orang tua yang mengeluhkan rumahnya berantakan karena ulah sang anak yang tidak bisa membereskan mainannya sehabis bermain, akhirnya orang tua atau orang lainlah yang merapikannya.
Kita sebagai orang tua harus belajar memberikan tanggung jawab kepada masing-masing anak kita, misalnya menjaga barang milik sendiri agar tidak rusak, merapikan buku sendiri, dan ingat kapan waktu belajar, bermain, tidur siang tanpa harus diperintahkan berulang kali. Kalau ini sering dilatih, mereka akan terbiasa, bahkan sampai mereka besar.
Anak saya paling besar yang sudah SD, sejak kelas satu saya sudah lepas untuk membereskan sendiri buku-buku pelajaran sesuai jadwal yang ditetapkan, Ada beberapa kali dia salah bawa buku, atau tertinggal di rumah, itu tidak masalah, karena dia sudah punya tanggung jawab sendiri.
Sampai suatu hari dia minta untuk berangkat sekolah sendiri naik sepeda, dan memang jarak rumah ke sekolah hanya 5 menit, saya pun mengijinkannya sampai sekarang. Hanya sesekali diantar, itupun kalau hujan.
Melalui melatih kemandirian anak sejak dini, anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tidak cengeng atau manja, tidak mudah putus asa, dan dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri, tanpa harus tergantung kepada orang lain, sigap mengambil keputusan, dan memiliki sikap yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri,
Tugas orang tua hanya mendampingi, menjadi pendengar yang baik, mengarahkan, memotivasi dan yang terpenting adalah selalu ada buat mereka dan memberikan perhatian sepenuhnya.
