-->

Artikel Keluarga : Bagaimana Cara Pandang Orang Tua Terhadap Anak



CARA PANDANG ORANG TUA TERHADAP ANAK




            Anak merupakan buah cinta dari orang tuanya. Sudah selayaknya seorang anak mendapat tempat yang istimewa di hati para orang tua. Namun, pada kenyataannya, banyak kita jumpai di tengah masyarakat, bahkan berita-berita di media sosial, anak hanyalah merupakan suatu objek, atau bahkan pelampiasan dari masalah orang tua.

            Sebut saja Rudi (bukan nama sebenarnya), anak ini masih berusia 6 tahun, namun dia kesulitan untuk belajar membaca dan menulis. Dia bukan anak yang bodoh, dia punya kelebihan yang tidak dimiliki anak-anak lain, dia sangat ahli bermain game di kompuer atau merakit mainannya sendiri. Rudi sangat takut terhadap ayahnya, karena ayahnya seringkali memarahi atau bahkan menghukumnya kalau dia tidak dapat belajar membaca dengan baik. Pernah suatu kali, Rudi dihukum ayahnya karena tidak mau menulis, akhirnya dia tidak diperbolehkan bermain diluar, dikurung dikamarnya. Hal itu sangat menyiksa hati Rudi, hingga kemudian dia menjadi trauma jika belajar dengan ayahnya.
           
         Anak adalah suatu pribadi yang unik, tidak ada anak yang persis sama di dunia ini sekalipun dia kembar. Sebagai orang tua, hendaknya perlu belajar bijaksana menanggapi setiap anak.
          
         Di media-media sosial sering kita jumpai kasus mengenai kekerasan terhadap anak, hati saya begitu miris setiap kali mendengarnya. Bagaimana orang tua yang sedemikian itu memandang terhadap anaknya, apakah seorang anak hanya dianggap sebagai pribadi yang lemah dan tanpa daya, sehingga dengan mudahnya orang tua melampiaskan segala sesuatu terhadap buah hatinya. Sungguh sangat ironi.

             Beberapa waktu yang lalu, saya membaca di sebuah media mengenai seorang bayi yang ditemukan di tempat sampah, dalam keadaan hidup. Saya sungguh tak habis pikir mengenai cara pandang orang tuanya. Padahal kasus seperti itu sudah sering kita dengar, ada yang bayi dibuang, anak yang ditelantarkan, dan masih banyak lagi kasus kekerasan yang kita dengar disekitar kita.

            Kalau kita sebagai orang tua memiliki cara pandang yang berbeda terhadap anak, menjadikan anak sebagai subjek bukan objek. Maka seorang anak akan memiliki kebahagiaan dan pengharapan sebagai seorang anak, juga akan mendapatkan penghargaan yang akan membuat sang anak percaya diri, gembira, memiliki karakter, dan pandangan yang positif terhadap dunia.

            Jadilah orang tua yang senantiasa memiliki motivasi terhadap anak, mendukung, melayani, merawat dan mengasuh dengan penuh cinta kasih. Ciptakan kedamaian di dalam rumah tangga. Peran orang tua sangat menentukan tumbuh kembang sang anak. Berikanlah kata-kata yang positif dan membangun, bukan menjatuhkan.

            Saya sering memanggil anak saya dengan panggilan cantik, pintar, sayang. Juga untuk anak kedua kami, selalu saya memanggilnya ganteng, pintar. Akhirnya kedua anak saya pun memiliki rasa percaya diri dan dihargai.