-->

Parenting: Bagaimana Melatih Anak Memiliki Jiwa Sosial


MELATIH ANAK MEMILIKI JIWA SOSIAL



            
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik hati, sopan santun, dan menghormati orang tua. Namun terkadang apa yang menjadi harapan orang tua meleset. Seringkali anak menjadi arogan, individualistik, bahkan cenderung mau menang sendiri.
           
Bagaimana agar anak kita bisa memiliki jiwa sosial ? Tidak individual dan memiliki hati yang mengasihi sesamanya.

     1.    Ajari anak belajar berbagi.

Sejak dini, anak perlu diajarkan tidak menjadi individu yang pelit, ketika punya sesuatu misalnya mainan baru, kadang sang anak cenderung tidak mau meminjamkan dengan teman-temannya, atau anak akan merasa sangat marah bila mainan baru tersebut di pegang atau di pinjam orang lain. Dalam hal ini orang tua wajib memberi pengertian bijaksana sehingga anak dapat memahami betapa pentingnya berbagi, baik itu berupa mainan, makanan atau uang. Orang tua juga harus menjadi teladan, sehingga anak akan mencontoh setiap prilaku orang tuanya. Itulah pembelajaran. Misalnya saat ada teman anak kita dirumah, suruh anak yang memberikan makanan atau minuman kepada temannya itu.

2.   Belajar Bersyukur

Sering kita jumpai, ketika teman anak kita mempunyai sesuatu yang baru, misalnya sepeda baru, anak kita kelihatan iri dan lantas meminta sepeda baru juga seperti punya temannya, atau alat tulis baru, tempat pensil, tas, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat anak menjadi iri. Sebagai orang tua yang bijak, anak perlu diarahkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, orang tua bisa memberi contoh, misalnya tunjukkan HP lama kita pada sang anak, katakan kepadanya bahwa HP ini sudah lama tapi masih berfungsi baik, jadi tidak perlu membeli HP baru, walaupun orang lain banyak yang punya HP baru. Ajari anak bersyukur atas apa yang dia punya, bukan apa yang dia tidak punya.

     3.    Biarkan anak-anak bermain dengan bebas tanpa memilih teman.

Kita jangan membatasi dunia bermain anak kita, mungkin teman anak kita ada yang berbeda suku, bahasa, agama, bahkan status sosial. Namun, janganlah kita mempersempit ruang lingkup anak dalam hal bergaul, selama kita masih bisa mengawasi, biarkan anak-anak bermain dengan siapapun, asal yang seumuran dengan dia., dan selalu ada dalam pengawasan orang tua.

4.    Ajak anak mengunjungi panti asuhan.

Seringkali pada saat liburan, orang tua lebih senang mengajak anak jalan-jalan ke mall atau ketempat wisata. Hal itu tidak ada salahnya, namun sesekali anak perlu diajak untuk berkunjung ke panti asuhan, atau panti sosial lainnya, hal tersebut akan membuat si anak merasa beruntung ada dilingkungan keluarganya sekarang, dan akan lebih menambah rasa empati terhadap orang lain.

Semoga, anak-anak kita memiliki jiwa sosial dan tidak menjadi individual, sehingga kelak masa depan mereka, dunia bisa menerima mereka, dan mereka akan disukai oleh masyarakat, berguna bagi keluarga dan bangsa.