-->

Mengapa Teman Saya yang Tidak Pernah Juara Kelas Lebih Sukses ?




MENGAPA TEMAN SAYA YANG TIDAK PERNAH JUARA KELAS LEBIH SUKSES?





Seorang teman yang ketika duduk dibangku SMP, seringkali mendapat teguran dari guru karena selain nakal dikelas, nilai di tiap mata pelajarannya juga anjlok, bahkan untuk urusan remedial dia sudah biasa, seringkali karena kesal, banyak guru yang mengatakan masa depannya suram, mau jadi apa nanti, dan masih banyak lagi perkataan negatif lainnya. 

Namun selang beberapa tahun kemudian, ketika ada acara reuni, dan kami semua sudah masuk dalam dunia pekerjaan dan banyak diantara kami yang sudah berumah tangga, bahkan memiliki anak-anak. Teman yang dulu selalu menjadi cibiran kami sekarang menjadi orang yang paling berhasil diantara kami semua, bahkan dialah donatur terbesar dalam acara reuni kami. Ternyata teman kami itu bekerja pada sebuah perusahaan ternama dengan jabatan dan posisi bagus. Banyak yang bertanya-tanya, kok bisa demikian? Ternyata memang teman kami itu bukan orang bodoh seperti yang sering dikatakan dulu beberapa tahun silam.

Hal ini berkebalikan dengan cerita teman SD saya, seorang teman yang selalu juara dalam banyak hal, ikut lomba apapun dia selalu jadi pemenang, bahkan pada ujian akhir nasional dia mendapat nilai tertinggi di sekolah, karena prestasinya dia menjadi kebanggaan para guru, banyak teman yang memprediksi dia akan menjadi orang sukses kelak. Namun beberapa tahun kemudian, saya bertemu dia sudah dalam keadaan yang berbeda dari yang dulu, selepas SMU dia menjadi tukang parkir di pasar, menurut ceritanya betapa susahnya mencari pekerjaan, karena tidak ada pilihan apapun dia lakukan. Sang juara kelas kini tinggal cerita.

Melihat fenomena diatas, seringkali hal demikian sering kita dengar, banyak orang tua yang mengharapkan sang anak dapat nilai yang terbaik, harus selalu urutan yang teratas, bahkan dengan berbagai cara dilakukan, les ini itu dan masih banyak lagi, untuk mencapai hasil yang maksimal. Secara garis besar hal itu tidaklah salah, namun kita sebagai orang tua harus bisa melihat potensi apa yang dimiliki sang anak, berikanlah yang sesuai dengan potensinya itu, kalau anak kita adalah anak multitalenta itu bagus, orang tua tidak harus berjerih lelah, namun jangan sampai anak terlena dengan prestasinya, sampai tidak ada kata gagal. Ini sangat tidak tepat. kegagalan boleh terjadi, karena dari kegagalan anak akan belajar bangkit. Jangan sampai karena kegagalan membuat dunia anak berakhir. Hidup itu dinamis, tidak harus selalu teratas dan terus dapat yang tebaik. Ajari anak bisa lapang hati menerima kegagalan, ajari dia apa itu bangkit dan berjuang. Bukan menyalahkan kegagalannya.

Seorang anak kelas IV SD galau karena ada satu dari nilai pelajarannya yang mendapat angka 80 padahal sebelumnya dia selalu diatas 90, kemudian seorang teman sekelas keluar dengan melonjak-lonjak karena akhirnya dia mendapat nilai 70 di satu mata pelajaran, karena selama ini nilainya selalu dibawah 65 untuk semua mata pelajaran, karena nilai 70 inilah, dia sangat gembira dan menganggap ini adalah suatu keberhasilan. Kalau kita boleh menilai, diantara kedua anak itu manakah yang paling bahagia, yang mendapat nilai 80 atau yang nilainya 70? Tentunya jawabannya adalah anak yang mendapat nilai 70 lebih bahagia dari pada yang mendapat nilai 80, walaupun pada kenyataannya 80 lebih besar dari pada 70.

Orang tua adalah pendamping yang sebenarnya dalam menentukan masa depan anak, Motivasi yang sejati adalah perkataan positif dan dukungan orang tua terhadap anak. Saat anak berhasil berilah penghargaan, saat anak mengalami kegagalan berikanlah pelukkan, sebagai tanda kita selalu ada buat mereka, sehingga mereka menjadi lebih percaya diri, bahkan dalam menghadapi dunia.Seorang anak sukses atau tidaknya dimasa depan tergantung pada potensi dan lingkungan yang tepat, bukan dari nilai pelajaran saat ini. Jangan bangga hati dengan anak yang selalu juara, dan jangan berkecil hati dengan anak yang biasa-biasa saja, orang tua harus fleksibel menyingkapi ini, karena masa depan anak tergantung cara pandang kita hari ini.