-->

Bagaimana Menjadi Istri yang bersyukur?










Dalam sebuah pernikahan, menentukan suami atau istri adalah keputusan yang terakhir, ketika kita sudah mengambil keputusan pilihan kita, puncaknya adalah pernikahan. Namun banyak sekali kita jumpai, pasangan yang telah menikah justru menemukan penyesalannya, entah darimana datangnya. Ini ditujukkan terutama kepada para istri, tidak sedikit istri yang sering membandingkan suaminya dengan suami orang lain, padahal sudah jelas bahwa suaminya saat ini adalah pilihan terakhirnya sebelum menikah. Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya adalah karena banyak istri yang kurang bersyukur. 

Kita perlu belajar dan melihat, ternyata ada begitu banyak alasan yang membuat kita para istri selalu mempunyai stok untuk bersyukur terhadap para suaminya.

1. Apa yang Membuat Kita Mau Menerima Pinangannya

Kita perlu sedikit melihat kebelakang sebelum pernikahan kita, apa yang membuat kita bersedia dinikahi oleh calon suami kita dulu, pasti secara jujur kita akan tahu jawabannya, karena kita yang mengalami, cobalah untuk terbuka dan melihat sisi baik dari suami kita dulu. Bagaimanapun keadaannya sekarang, suami kita tetap adalah orang yang sama dengan orang yang kita nikahi dulu.

2. Jangan Pernah Membandingkan Suami Kita dengan Orang Lain

Seringkali dalam suatu acara pertemuan seperti reuni, arisan atau yang lain, para istri sangat suka membicarakan suami masing-masing. Ingatlah bahwa tiap-tiap suami adalah pribadi yang unik, yang berbeda satu dengan yang lain. Pada saat kita melihat suami orang lain lebih sukses dan berhasil, jangan sesekali membandingkannya dengan suami kita. Dengan begitu kita pasti akan mensyukuri setiap apa adanya suami kita. Berapapun pendapatan suami kita, semua itu adalah rejeki dari Tuhan yang memang patut kita syukuri.

3. Belajar Melayani dengan Tulus

Melayani suami dalam banyak hal adalah salah satu ungkapan syukur kita terhadapnya, hal ini akan membuat para suami berbahagia jika para istrinya berbuat demikian, suami akan merasa dihargai, istripun akan senang dan rumah tangga akan bersinar, mulailah dengan hal-hal yang kecil seperti, membuatkan teh, menemaninya nonton dan masih banyak hal yang lain yang bisa dilakukan.

4. Melihat Sisi Positif dari Suami

Kalau para istri boleh menghitung, ada begitu banyak kebaikan yang telah suami kita lakukan, janganlah hanya karena ada satu atau dua kesalahan, membuat semua kebaikan yang pernah dilakukan suami akhirnya menghilang. Kita perlu sadar bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, termasuk suami kita, dan kitapun juga tidak sempurna. Karena itu kita disatukan sebagai suami istri untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Melalui kita menjadi istri yang bersyukur, niscaya akan tercipta suatu rumah tangga harmonis dan bahagia, dan anak-anak kita juga akan melihat teladan orangtuanya dalam hal bersyukur. Belajarlah dari hal-hal yang sederhana.