-->

Bagaimana Membangun Semangat Belajar Anak


MEMBANGUN SEMANGAT BELAJAR ANAK



Mendekati pekan ulangan, atau ujian kenaikan kelas, biasanya orang tua mulai cemas, karena dalam hal ini, anak akan dituntut lebih keras dan serius belajar. Namun seringkali pada kenyataannya, banyak anak-anak yang mengalami kesulitan dalam hal belajar, penyebabnya bisa bermacam-macam, banyak diantara mereka yang memang kurang semangat belajar, bahkan cenderung tidak siap. Namun orang tua bisa menyiasati dengan beberapa cara.

1. Berikan Motivasi Tentang Masa Depan

 Banyak anak-anak yang tidak memiliki visi mengenai masa depan mereka sendiri, tugas orang tua adalah mengarahkan dan memberikan motivasi betapa pentingnya masa depan, karena masa depan yang baik dimulai dari sekarang. Berikan contoh tentang orang-orang yang berhasil karena dimulai dari ketekunan.

2. Jangan Berikan Anak Banyak Beban

Kadangkala, beban kegiatan diluar rumah, seperti kursus atau les, atau pekerjaan-pekerjaan rumah bisa membuat anak terbeban dan cenderung capek, biarkan anak istirahat dengan tenang dikamarnya, dan tidur siang secukupnya.

3. Berikan Makanan Kesukaannya

Bila orang tua dalam hal ini memahami apa yang menjadi kesukaan si anak, maka dengan memberikan makanan kesukaannya, si anak akan dengan senang hati melakukan apapun, termasuk belajar.

4. Ajaklah Anak untuk Bicara dari Hati ke Hati

Melalui pendekatan, biasanya sang anak akan lebih terbuka, dan dia akan dapat mengemukakan hal apa yang dia sukai atau hal-hal yang dia tidak sukai, sehingga orang tua dapat memberikan masukan atau nasihat yang akan menimbulkan kepercayaan diri pada anak. Perlakukanlah anak sebagai teman atau sahabat, sehingga dia bisa dengan leluasa bercerita.

5. Berikan Hadiah

Hadiah kecil bisa diberikan pada anak kita untuk memacu semangat belajarnya, orang tua bisa mengatakan "Kalau nilaimu baik, nanti akan mama kasih hadiah lebih dari ini lho..." Setiap janji kita kepada anak haruslah konsisten dan ditepati, sehingga anak akan menilai bahwa orang tuanya konsisten dan tidak hanya mengumbar janji. Hadiah juga harus disesuaikan dengan kemampuan orang tua, jangan melampaui batas.

Hal terpenting dari pembelajaran ini adalah, orang tua harus melihat potensi anak, jangan memaksakan kehendak, terlebih pula janganlah membandingkan kemampuan anak kita dengan orang lain atau siapapun, sehingga anak akan merasa ada penghargaan diatas dirinya. Ingatlah bahwa setiap anak itu unik adanya.